Serangan Ransomware Terhadap Rumah Sakit Meningkat 300% di Asia Tenggara
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan menjadi sasaran empuk kelompok ransomware akibat lemahnya infrastruktur legacy dan mendesaknya kebutuhan data.
Sektor Kesehatan dalam Target Operasi
Selama kuartal terakhir, sektor kesehatan di Asia Tenggara mengalami lonjakan serangan ransomware yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data dari intelijen siber menunjukkan peningkatan hingga 300% insiden yang menargetkan rumah sakit, klinik, dan produsen farmasi.
Mengapa Rumah Sakit?
Fasilitas kesehatan menyimpan data pribadi pasien yang sangat sensitif (Protected Health Information / PHI). Data ini memiliki nilai jual tinggi di *dark web*. Selain itu, rumah sakit tidak memiliki banyak waktu untuk bernegosiasi saat sistem kritis mereka dilumpuhkan, sehingga lebih rentan membayar tebusan demi memulihkan operasi darurat.
Pentingnya Arsitektur yang Resilien
Tim *Incident Response* HYDRAGI menemukan bahwa mayoritas serangan berhasil menembus melalui celah *Remote Desktop Protocol* (RDP) yang tidak dikonfigurasi dengan aman, serta taktik *phishing* terhadap staf medis. Penerapan *Multi-Factor Authentication* (MFA), segmentasi jaringan alat medis, dan *endpoint detection* mutlak diperlukan.
